| Written by Sunu Widjanarko,
|
Views : 2157  |
Favoured : 74 |
Published in : , Opini |
Tags : Gua Wisata, Gua |
Pertumbuhan wisata gua, dari awal yang sederhana di akhir abad sembilan belas dengan lampu lilin sampai dengan sekarang, saat dipergunakan lampu serat optik dan deretan lampu, telah meyusun suatu pengaruh yang luas terhadap gua secara drastis. Pengelolaan gua sekarang ini telah menjadi suatu ilmu pengetahuan tersendiri, dengan diawali oleh profesional yang dipekerjakan oleh departemen pemerintah dan beberapa sektor swasta.
Pada tingkat global, International Union of Speleology, International Speleological Heritage Association, International Geographical Union dan Commission for National Parks and Protected Area, IUCN, semuanya aktif dalam pengelolaan karst dan gua.
Saat ini IUCN (International Union Conservation Nature-The World Conservation Union) telah mengeluarkan Pedoman untuk Pengelolaan Karst dan Gua. Disitu telah dimuat manajemen mengenai pengelolaan karst dan gua, baik untuk wisata maupun untuk kepentingan lain. Sekalipun disitu juga disebutkan bahwa untuk mamanjemen yang lebih detail, tiap daerah atau negara harus menyusun sendiri pengelolaan yang pas untuk masing-masing daerah tersebut. Menteri Pertambangan dan Energi telah mengelurkan keputusan (Nomor 1456 K/20/MEM/2000 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KAWASAN KARS MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL,), yang membuat klasifikasi kawasan karst dan menghubungkannya dengan diijinkan atau tidaknya dilakukan penambangan. Menteri Negara Lingkungan Hidup juga sudah mengeluarkan buku yang berjudul Kawasan Karst di Indonesia, Potensi dan Pengelolaan Lingkungannya.
Di sebuah literatur yang pernah saya baca, ada hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan gua wisata: - Dampak pengunjung dan infrastruktur sebuah gua wisata
- Teknik dan metode pembersihan gua (dan bentukan yang ada di dalamnya) yang dipergunakan dan dampaknya
- Pengaruh kunjungan rekreasi (berbagai bentuk) di dalam gua, baik wisata minat khusus maupun wisata umum
- Resiko Radon didalam gua. Karena gas radon-222 telah menjadi hal yang penting karena potensial berbahaya didalam rumah, tambang, dan gua.
- Kapasitas muat gua dan konsep pengelolaan alternatif. Namun ada ilmuwan yang mengungkapkan bahwa "Kapasitas muat gua adalah nol" (Aley 1976).
Namun sudah banyak konsep mengenai kapasitas muat gua ini yang selanjutnya dipergunakan sebagai acuan dalam mengembangkan gua sebagai obyek wisata atau bentuk pengelolaan yang lain. Di antaranya adalah konsep yang disusun oleh: Recreation Opportunity Spectrum (ROS), Limit of Acceptable Change(LAC). Dua konsep ini dikombinasikan dalam Visitor Impact Management (VIM). Elemen kunci dalam proses VIM adalah: - menetapkan tujuan dengan seksama untuk pengelolaan dan menentukan unit-unit pengelolaan
- mengidentifikasi indikator kunci yang dapat dipergunakan untuk memonitor perubahan
- menentukan kondisi yang diinginkan untuk indikator-indikator tersebut
- mendesain program monitoring menggunakan indikator tersebut
- menetapkan pengeolaan untuk merespon hasil monitoring tersebut
6. Klasifikasi gua dan aplikasinya Klasifikasi gua adalah suatu bahan-bahan yang vital dalam sebuah perencanaan pengelolaan gua yang rasional. Klasifikasi gua harus mempertimbangkan sebuah site gua dalam hubungannya dengan area yang mengelilinginya.
Kriteria yang dipergunakan untuk menghitung arti dari sebuah site individu gua (Worboys et al. 1982) yaitu: - pertimbangan geologi, sebagai contoh, bentukan yang khusus yang berhubungan dengan struktur, stratigrafi, palaeontology atau mineralogi
- pertimbangan geomorfologi, tersamuk bentukan yang menggambarkan genesa atau hubungan kronologi, atau terutama contoh yang baik mengenai morfologi gua
- pertimbangan hidrologi, seperti keberadaan aliran bawah tanah mayor atau danau, network yang luar biasa (tidak biasa) termasuk cabang-cabang bagian dari permukaan, atau elemen kunci untuk mengetahui network conduit
- pertimbangan biologi berhubungan dengan kekayaan spesies, keberadaan spesies langka atau terancam, struktur trophic yang luar biasa (tidak biasa) tempat kunci untuk berbiaknya kelelawar
- pertimbangan arkeologi dan budaya, seperti kehadiran tinggi, sumur deposit yang terstratifikasi, peran gua dalam evolusi prasejarah regional, caontoh penggunaan sejarah seperti misalnya pertambangan atau pengelolaan air, atau arti spiritual untuk masyarakat indigenous
- pertimbangan geografi dari nilai keterpencilan dan kebelantaraan, kedekatan dengan infrasutrktur taman seperti jalan dan tempat berkemah, tempat rekreasi dan kesampaian dari pusat kepadatan penduduk.
Jika arti sebuah individu gua telah ditaksir (dan arti adalah relative menurut pandangan utama masyarakat tertentu atau filosofi pengelolaan) maka gua dapat ditempatkan dalam salah satu atau beberapa kategori penggunaan. Salah satunya adalah yang dipergunakan oleh Taman Nasional dan Layanan Hidupan Liar New South Wales, Australia (Worboys et al. 1982) - Group 1 - Gua tertutup Gua-gua ini tidak diijinkan untuk dikunjungi karena bahaya dari ketidakstabilan atau udara tercemar, atau menungu klasifikasi
- Group 2 - Gua rujukan ilmiah
- Group 3 - Gua akses terbatas
- Group 4 - Gua akses speleologi
- Group 5 - Gua petualangan
- Group 6 - Gua akses publik
Di dalam gua yang panjang dan konplek, gua perlu untuk diberikan zonasi, seperti yang dilakukan oleh United State National Parks Service di Gua Mammoth, Kentucky:
- Zona A - Lorong tertutup
- Zona B - Lorong Rujukan ilmiah
- Zona C - Akses terbatas
- Zona D - Lorong natural
- Zona E - Lorong dikembangkan terbatas (tanpa penerangan listrik)
- Zona F - Lorong dikembangkan penuh
7. Interpretasi (anggapan dan kesan) pengunjung terhadap gua dan penggunaannya dalam pengelolaan. Biasanya kesan pengunjung terhadap gua tergantung sekali pada tata cahaya yang dipergunakan oleh pengelola. Untuk itu: - Pencahayaan dalam gua dan jalurnya harus didesain untuk meminimalkan efek terhadap iklim mikro dan biota
- Interpretasi yang teliti dan efektif adalah perangkat kunci dari pengelola gua
- Hanya dengan melalui pendidikan publik tujuan ekologi berbasis manajemen gua dapat tercapai
Untuk referensi di internet, coba klik di :
|